RadarNet.co.id - Yogyakarta, Tanggal 1 Mei merupakan peringatan Hari Buruh Sedunia (MAYDAY) dimana itu merupakan hari perayaan seluruh kaum buruh. Oleh sebab itu diharapkan para pendukung separatis tidak perlu mendompleng saat peringatan hari buruh Tanggal 1 Mei 2024 nanti. Hal tersebut disampaikan dengan tegas oleh Ketua K-SBDI Korwil DIY kepada awak media pada Sabtu Tanggal 28 April 2024.
"Mayday adalah hari buruh, oleh karenanya dalam peringatan tersebut adalah murni terkait buruh. Kami tidak mau dalam agenda tersebut ada pihak-pihak yang mencoba untuk memanfaatkan peringatan hari buruh dengan isu-isu lainnya, terlebih lagi isu separatis, tidak ada negara dalam negara. Silahkan bagi siapa yg ingin memperingati mayday karena ini merupakan hari bagi para buruh seluruh dunia, tapi kami tidak memberikan ruang bagi siapapun yg ikut memperingati mayday sebagai dalih menyuarakan separatis seprti AMP, FWP, dan lainnya," ungkap Dani kepada awak media melalui pesan WhastApps.
Sebagai bahan pertimbangan, mahasiswa asal Provinsi Papua yang menempuh perkuliahan pada sejumlah perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta yang setiap tahunnya bakal menggelar aksi unjuk rasa pada 1 Mei terkait ANEKSASI. Aksi yang dilakukan bertepatan pada Hari Buruh Internasional atau May Day 2024 tersebut dalam rangka memperingati 61 tahun Aneksasi Bangsa Papua. Rencana aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan May Day 2024 tersebut direspons Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (K-SBSI) Korwil DIY. Ketua K-SBSI Korwil DIY Dani Eko Wiyono menilai potensi aksi unjuk rasa oleh sejumlah mahasiswa Papua di DIY itu berupaya menunggangi momentum Hari Buruh Internasional 2024. Dani pun meminta institusi Kepolisian di DIY untuk mewaspadai aksi tersebut, sebab agenda yang disuarakan dalam peringatan 61 tahun Aneksasi Bangsa Papua ditengarai akan mengusung agenda Papua lepas dari NKRI.
Dani mengatakan kalau unjuk rasa terkait hari buruh internasional itu tidak masalah, tapi menyusup di momentum Hari Buruh Internasional, lantas isinya agenda yang disuarakan menginginkan Papua lepas dari NKRI, tentunya itu perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, Ketua organisasi Serikat Buruh di DIY tersebut mendesak institusi Kepolisian tidak memberikan izin aksi yang rencananya akan digelar di Titik Nol Kilometer. Apalagi, imbuh Dani, agenda yang disuarakan dalam aksi tersebut justru menodai nilai-nilai perjuangan kalangan buruh di Indonesia.
“Kami berharap agar pihak Kepolisian tidak memberikan izin aksi kepada Mahasiswa Pro papua merdeka itu. Hal itu jelas menodai perjuangan kaum buruh di Indonesia “, tegas Dani.
Maka dengan ini Dani menegaskan, "saya selaku ketua KSBSI DIY mengucapkan terima kasih atas apresiasi kepada selurah lapisam masyarakat dan kawan2 yang telah ikut merayakan hari Mayday 2024 namun saya harap hari mayday tidak ditumpangi dengan gerakan terkait OPM atau ANEKSASI. Jangan sekali-kalimendompleng hari buruh atau mayday dengan kepentingan lain," pungkasnya.
Komentar0